TigakomA Pentaskan “Dalam Bayangan Tuhan”

Pada pentas produksi ke tujuh, Teater TigakomA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) menampilkan lakon berjudul “Dalam Bayangan Tuhan” karya Arifin C Noer. Pentas digelar di Auditorium UMK, Selasa (23/4).

Karya Arifin C. Noer tersebut dipilih, menurut Sutradara, R Dhani, sebab kreatornya merupakan seorang pengarang surialisme yang cerdas. Arifin tidak terjebak salah kaprah seperti penyajian sinetron-sinetron di televise yang tidak membumi.

Tidak seperti biasanya, lakon ditampilkan dua kali, yakni di sore dan malam hari. Hal ini, ungkap Ketua Teater TigakomA, Dwi Setiyorini, dimaksudkan supaya semua kalangan dapat menikmati pementasan ini, terutama pelajar dari kalangan komunitas teater.

Pementasan sore hari, sambungnya, dilakukan untuk menggaet penonton dari kalangan pelajar. Sementara mahasiswa biasanya baru memiliki waktu luang di malam hari. “Kalau hanya sore saja, teman-teman mahasiswa jarang bisa datang. Tapi sebaliknya kalau pentas malam hari, pelajar sedikit yang datang, karena terkait ijin orang tua,” pungkasnya.

Hasilnya cukup menggembirakan. Menurut Dwi, pentas kali ini ditonton banyak orang dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga dosen. “Hampir separuh ruang auditorium dipenuhi sesak penonton, baik jadwal sore maupun malam hari,” ujarnya menggambarkan banyaknya penonton.

Pesan

Lakon pementasan, tutur Pimpinan Produksi, Danny Lutvi Hidayat, memberikan pesan bahwa manusia tidak terlepas dari kuasa Tuhan. Manusia tidak dapat menuhankan dirinya sendiri, meski hebat di bidang ilmu pengetahuan. “Jangan sampai kesombongan manusia membuat lupa dirinya sendiri yang lahir dari rahim ibunya,” pesannya.

Pesan tersebut nampak dari dua tokoh utama pementasan, Sandek yang diperankan diperankan Zaenal Muttaqien dan Direktur Umum yang diperankan oleh Saiful Anam.

Sandek yang hanya seorang buruh pabrik memilih ‘bisu’. Ia berkeyakinan kata-kata tidak mampu merubah takdir hidupnya.

Di sisi lain, terdapat sosok direktur umum yang merupakan pekerja keras dan berambisi menjadi penguasa dunia. Ia digambarakan sebagai sosok yang memiliki usaha kuat demi meraih impian hingga mengingkari takdirnya. Ia tidak mengakui ibu kandungnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s