Presenter Paper di Intercollegiate Seminar 2013

Terkadang sikap “iseng” memang diperlukan untuk menjalani hidup yang lebih amazing. Berbekal nekat dan berani coba, ternyata abstrak saya diterima untuk dipresentasikan. Tepatnya Universitas Katolik Atma Jaya Indonesia menyelenggarakan sebuah acara khusus mahasiswa untuk berbagi ide dan pengalaman seputar pengetahuan yang telah didapat di bangku kuliah. Acara yang kata Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris -Kasih Elisabet Roostini, M.Hum- adalah forum dari mahasiswa untuk mahasiswa ini dinamakan Intercollegiate Seminar 2013. Di tahun ini, tema yang diambil adalah Current  Issues in English Language Teaching“.

Selama dua hari (30-31/5), ada tiga belas presenter dari berbagai universitas di Indonesia. Di antaranya ada yang berasal dari Universitas Negeri Malang, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, serta kampus saya Universitas Muria Kudus.

Ada pula peserta seminar dari luar Pulau Jawa, yaitu Universitas Lampung dan Universitas Musamus Merauke. Semua yang hadir terlibat aktif dan benar-benar menjadi forum bagi mahasiswa untuk menjadi seorang pembicara. Jika seringkali mahasiswa harus mendengarkan materi dari seorang ahli, maka di acara ini mahasiswalah yang menjadi pembicara.

Semua presenter memiliki kemampuan akademis sangat baik dan mampu menyampaikan presentasi dalam bahasa Inggris yang mudah dipahami. Small Research atau penelitian sederhana mereka terkait dengan hal-hal sederhana di sekitar. Tema-tema tersebut seperti metode pengajaran speaking dengan berbagai aktivitas, metode memberi penilaian vocabulary untuk siswa, analisa penggunaan bahasa Inggris di beberapa aspek, hingga analisa terhadap karya sastra.

Saya sendiri mengambil tema mengenai metode pengajaran speaking melalui sebuah aktivitas bernama Information Gap. Metode ini memang merupakan teori lama dan hampir semua orang pernah mempraktekkannya. Namun di penelitian ini, saya tekankan pada pemberian instruksi dan model pelaksanaan kegiatan yang lebih tepat guna. Sehingga siswa tidak hanya sampai pada tahap “dapat menyelesaikan aktivitas”. Namun juga mampu memahami apa yang telah mereka pelajari. Selain itu, siswa diharapkan pula untuk memahami target bahasa yang direncanakan oleh si guru.

Meskipun baru setingkat Nasional, mengikuti acara ini sebagai presenter cukup membuat saya dag-dig-dug di depan peserta dan sedikit bangga, 

“Ternyata saya bisa melakukan research,”

Sebuah tantangan yang kata orang susah dilakukan. Dan saya pun mampu mempresentasikan di depan khalayak umum.
Alhamdulillah…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s