Selayang Pandang SM3T

Sebelum masuk ke ruangan, terpajang karya foto peserta SM3T dari semua daerah. Ada potret keadaan siswa, keadaan sekolah, kebersamaan guru dan siswa serta potret kehidupan masyarakat. Setiap momen diabadikan begitu baik. Kontes foto bertajuk “Inspirasi Mengajar Anak Indonesia” merupakan ide dari Liputan 6.com. Juara pertama diraih mahasiswa Unesa, disusul mahasiswa Universitas Riau dan selanjutnya dari Universitas Negeri Jakarta.

Silaturahmi peserta SM3T se-Indonesia baru terlaksana di tahun 2014 ini. Konsep ini sebenarnya telah direncanakan di tahun sebelumnya, tapi karena beberapa kendala akhirnya terselenggara pada 18 September 2014. “Kebangkitan Pendidikan Daerah Tertinggal” menjadi tema besar Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia (MBMI) 2011 – 2025. 1500 orang yang terdiri dari peserta SM3T, PPG, PPG –Terintegrasi dan PPG SMK Kolaboratif turut serta dalam kegiatan ini.

Secara garis besar, ada beberapa agenda dalam acara ini, yakni:

  1. Sambutan Wakil Presiden Republik Indonesia
  2. Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
  3. Ulasan dari masyarakat di daerah 3T yang kali ini berasal dari Papua Barat (Kabupaten Lanny Jaya dan Kabupaten Manokwari Selatan) dan Aceh Timur
  4. Sambutan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus member arahan mengenai Kurikulum 2013
  5. Seminar Pendidikan oleh Prof. Dr. Sudiarto tentang “Guru Berderajat Profesional” dan Prof. Arif Rahman yang mengulas “Guru yang Menginspirasi”
  6. Rapat koordinasi rektor
  7. Malam keakraban SM3T yang menampilkan band, tarian daerah, babadoran (ketoprak) serta penyerahan award “Kontes Foto” bertajuk Inspirasi Mengajar Anak Indonesia.

Nah, dari sekian agenda di atas, poin di bawah lah yan sebenarnya ditunggu, yakni mengenai kebijakan pemerintah ke depannya:

  1. Keberlanjutan program SM3T masih dikaji

Awal mula program ini ialah solusi temporer dari permasalahn kurangnya tenaga guru di daerah 3T. Apalagi untuk wilayah Papua, bahkan Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya, Christian Sohiloit, meminta eks-peserta SM3T yang sedang menunggu PPG untuk ditarik kembali dan akan dibiayai pemerintah setempat.

Kemudian beliau juga menyarankan peserta SM3T dibekali dengan kemampuan membela diri dan dilatih memegang senjata atau alat militer. Hal ini dimaksudkan untuk membekali diri jika ditempatkan di daerah konflik.

  1. Pelaksanaan PPG diusahakan untuk dipangkas waktunya

Di semester kedua, biasanya peserta PPG akan menjalankan PPL. Ini disayangkan beberapa pihak karena PPL seharusnya sudah dilakukan ketika mereka mengabdi di daerah penempatan. Satu tahun dirasa cukup lama untuk PPG. Sehingga direncanakan PPG hanya memakan waktu 6 bulan.

  1. Ada alokasi CPNS khusus untuk peserta SM3T

Berdasarkan kesepakatan dengan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara, peserta SM3T yang lulus PPG mendapat porsi khusus dalam format CPNS.

  1. Beasiswa S2 dan S3 diusahakan bagi peserta SM3T

Mendikbud menilai pengabdian peserta SM3T perlu diapresiasi lebih melalui pemberian beasiswa. Selain itu Pemerintah berharap kualitas guru menjadi lebih baik yang nantinya berdampak pada kualitas pendidikan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Selain kebijakan pemerintah, ada juga beberapa poin terkait kurikulum 2013:

  1. Pelatihan mengenai kurikulum untuk para guru
  2. Pendampingan sekolah tentang pelaksanaan kurikulum 2013 (alokasi 1 pendamping untuk 8 sekolah)
  3. Distribusi buku kurikulum yang terlambat disebabkan tidak adanya kontrol dan kendali dari Mendikbud dalam proses pembuatan. Sehingga terjadi keterlambatan distribusi. Namun Wamendikbud, Prof. Dr. Musliar Kasim, menuturkan bahwa tidak adanya buku, semangat harus tetap jalan.
  4. Adanya “Klinik Konsultasi Pembelajaran Kurikulum 2013”

Dapat diakses www.di klik2013.belajar.kemdikbud.go.id. Klinik ini dijalankan secara online untuk menjawab permasalahan ‘belum pahamnya’ guru maupun masyarakat tentang kurikulum 2013 (K-13)

  1. Muatan lokal di K-13

Muatan lokal ditampung sedemikian rupa pada K-13. Sebenarnya muatan lokal bukan sekadar bahasa, tapi juga memuat seni budaya. Jadi, tinggal bagaimana pelaksanaan di kelas.

Untuk ke depannya, acara serupa belum pasti akan dilaksanakan kembali atau tidak. Meskipun demikian, evaluasi program SM3T tetap harus dilakukan secara intensif.

Advertisements